Minggu, 13 September 2015

Tutorial Share Koneksi Internet ke Virtual Box

logo share internet ... share wifi

BeriTekhno - Virtual Box, seperti namanya, aplikasi ini berupa aplikasi virtual untuk menjalankan sistem operasi di atas sistem operasi yang sudah ada. Biasanya banyak dipakai untuk orang ingin belajar sistem operasi yang baru mereka kenal. Banyak juga dipakai untuk pembelajaran disekolahan pada pelajaran sistem administrasi jaringan. Layaknya sebuah mesin sebenarnya, virtual box juga dilengkapi berbagai macam fitur seperti network interfaces, media penyimpanan dan lain lain yang kita bisa disetting sebelum menjalankan sistem operasi virtual tersebut.

Jika pada sistem operasi utama (bukan yang di virtual box) terhubung ke internet, di sistem operasi virtual box tentunya belum bisa terhubung ke internet. Bisa diibaratkan jika laptop/pc sesungguhnya yang ingin konek internet pastinya harus setting berupa network interfacesnya dahulu, sama halnya seperti di sistem operasi virtual tersebut. 

Biasanya koneksi internet dibutuhkan untuk menginstall paket yang tidak ada di dalam DVD installernya dan harus mendownload dahulu lewat internet. Untuk bisa konek ke internet pada sistem operasi virtual, lakukanlah konfigurasi dahulu pada network interfacesnya. Berikut langkahnya :



Setting IP Static :

1. Pastikan pada sistem operasi utama telah terhubung ke internet. Sebagai contoh, admin menggunakan wifi dari hasil share melalui android. Cek dengan ping google.com, jika sudah seperti gambar di bawah ini berarti tandanya sudah terhubung ke internet
ping google.com

2. Buka pada network and sharing center pada sistem operasi utama, klik pada koneksi yang digunakan untuk terhubung ke internet > details, catatlah pada bagian ip address, netmask, dan gatewaynya
status wirelles network

3. Kemudian klik pada sistem operasi virtual yang akan diberi koneksi internet dan klik setting. Setelah menu setting terbuka, masuk ke menu jaringan > centang pada nyalakan adapter jaringan, pada attached to pilih Bridge Adapter, Namanya pilih sesuai sumber internet yang berasal dari sistem operasi utama. Karena admin tadi memakai wifi, maka memilih wirelles network adapter. Jika sudah jangan lupa klik OK untuk menyimpan settingan
Setting Jaringan Pada Virtual Box

4. Setelah menyimpan tadi, jalankan sistem operasi virtual tersebut. Masuk ke settingan network interfacesnya. Sebagai contoh admin menggunakan debian, maka harus masuk ke /etc/network/interfaces. Pada address isikan ip yang sekelas dengan ip milik sistem operasi utama, netmask dan gateway samakan dengan netmask dan gateway milik sistem operasi utama. Jika sudah save settingan tersebut. (f10)
edit /etc/network/interfaces

5. Setelah save jangan lupa restart networknya. 
Restart Network Interfaces

6. Cek ip addressnya apakah sudah berubah atau belum. Jika belum, ketikkan ifup eth0 (enter) kemudian cek lagi.
Cek IP Address

7. Lakukan test koneksi dengan ping ke gateway terlebih dahulu. Jika sudah seperti gambar di bawah ini berarti sudah terhubung ke gateway
Ping ke Gateway

8. Selanjutnya test ping ke google.com, jika sudah seperti gambar di bawah ini berarti sistem operasi virtual sukses terhubung ke internet
Ping ke Google

Cara di atas merupakan cara dengan menggunakan setting manual ip address (static / non dhcp). Jika menggunakan cara di atas tidak bisa ping google.com (langkah 8) coba menggunakan setting ip otomatis (dhcp). Langkahnya sama seperti langkah di atas, yang berbeda adalah pada saat masuk ke network interfaces. Langsung saja ke langkahnya


Setting IP DCHP :

1. Lakukan langkah 1-3 seperti langkah setting ip static di atas
2. Selanjutnya edit file /etc/network/interfaces/. Jika pada ip static tadi menggunakan iface eth0 inet static, ubah atau tambahkan pada atasnya menjadi iface eth0 inet dhcp. Jika menambahkan (tidak mengubah), beri tanda "#" didepan semua settingan inet static seperti gambar berikut. Hal tersebut berfungsi supaya konfigurasi tersebut tidak berjalan, yang berjalan adalah konfigurasi dhcp. Jika sudah jangan lupa save konfigurasi tersebut (f10)
edit /etc/network/interfaces

2. Restart network nya supaya perubahan yang telah dilakukan dapat berjalan
Restart Network Interfaces

3. Cek ip addressnya apakah sudah berganti atau belum. Jika belum, ketikkan ifup eth0 (enter) kemudian cek lagi.
Cek IP Adrress

4. Lakukan pengecekan koneksi ke gateway dengan ping. Jika sudah seperti gambar di bawah ini berarti sudah terhubung ke gateway
Ping ke Gateway

5. Selanjutnya test ping ke google.com, jika sudah seperti gambar di bawah ini berarti sistem operasi virtual sukses terhubung ke internet
Ping ke Google


Itulah Tutorial Share Koneksi Internet ke Virtual Box. Sebagai tambahan, jika sobat sumber internetnya dari LAN, pada setting ip static (langkah ke 3) namenya pilih yang tidak wirreless adapter network, tetapi ethernet. Jika masih bingung atau tidak bisa, silahkan sampaikan pada komentar dengan sopan

Terimakasih Telah Berkunjung
Salam Blogger

Jumat, 28 Agustus 2015

Cara Mengatasi "Error establishing a database connection" Pada CMS Wordpress

logo Error establishing a database connection

BeriTekhno - Pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang cara penginstallan CMS Wordpress di debian. Jika mengikuti langkah-langkah yang sudah ada seharusnya bisa menginstallnya dan bisa dijalankan. Tetapi terkadang ada juga yang salah pengertian dengan langkah-langkah yang telah dijelaskan pada artikel, Tutorial Install CMS Wordpress di Debian 6, biasanya kesalahan yang fatal terletak pada langkah ke-13 dan akan muncul tampilan seperti berikut jika mengakses ip_debian/wp-admin
Error establishing a database connection


Kesalahan tersebut muncul saat edit wp-config.php. Seperti gambar di bawah ini,
wp-config.php
yang diganti yaitu 3 bagian yang dikotaki tersebut.. Gambar yang kiri itu sebelum diedit, dan yang kanan gambar sesudah diedit. Lalu bagaimana cara mengatasi jika muncul "Error establishing a database connection" ? Langsung saja menuju langkahnya


Cara Mengatasi "Error establishing a database connection" :

1. Edit lagi wp-config.php pada direktori /var/www/wordpress dengan perintah
mcedit /var/www/wordpress/wp-config.php
2. Pastikan anda telah mengganti kata  "database_name_here" dengan kata "wordpress". Wordpress disini yaitu database yang dibuat dengan phpmyadmin, jika salah penulisan juga tidak akan bisa diakses wordpressnya di alamat ip debian. (Lihat langkah 22 di Tutorial Install CMS Wordpress di Debian 6)

3. Pastikan anda telah mengganti kata "username_here" diganti dengan "username_phpmyadmin". Username phpmyadmin disini adalah username yang digunakan untuk login di ip_debian/phpmyadmin. Kenapa diperlukan ? Karena nantinya jika wordpress diakses, otomatis dia akan menuju ke phpmyadmin (secara tidak langsung) dan mengambil database yang ada di dalamnya (di database wordpress).


4. Pastikan anda telah mengganti kata "password_here" dengan "password_phpmyadmin". Sama seperti username phpmyadmin, password disini yaitu bergunak untuk login ke phpmyadmin dan mengambil database (secara tidak langsung)

5. Telitilah mengganti 3 kata tersebut, jika sudah yakin benar, simpan lah config tersebut dengan menekan F10.

6. Cek dengan cara mengakses ip_debian/wp-admin, jika sudah tidak muncul "Error establishing a database connection" berarti masalah Error establishing a database connection telah teratasi


Kesimpulan

Munculnya "Error establishing a database connection" itu sendiri disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adalah salah mengganti 3 kata yang ada di wp-config.php, yaitu database_name_here, username_here, dan password_here. Pesan eror itu muncul karena wordpress yang akan di akses tidak bisa masuk dan mengambil database (seacara tidak langsung).

Jika diibaratkan, anda menuju kehalaman phpmyadmin dan salah memasukkan username atau password maka hasilnya anda tidak akan bisa menuju kehalaman admin phpmyadmin. Begitu pula dengan wordpress, jika username atau password ada yang salah maka juga tidak akan bisa menampilkan data, karena data yang akan ditampilkan ada di database yang berada di phpmyadmin dan membutuhkan username + password untuk login.

Itulah  Cara Mengatasi Error establishing a database connection pada CMS Wordpress. Jika masih terdapat eror silahkan bertanya lewat komentar dengan sopan.

Terimakasih Telah Berkunjung
Salam Blogger

Rabu, 26 Agustus 2015

Tutorial Install CMS Wordpress di Debian 6

Logo CMS Wordpress

Beritekhno - CMS atau singaktan dari Content Management System merupakan suatu system yang digunakan untuk menambah atau mengedit sebuah artikel yang ada. Dapat dimisalkan disebuah tempat produksi buku, ditempat tersebut ada satu komputer yang digunakan untuk membuat buku, di komputer tersebut juga ada daftar berbagai macam buku yang telah dicetak. Sehingga admin lebih mudah dalam membuat buku ataupun merevisi dari buku sebelumnya yang telah dicetak. Nah CMS bisa diibaratkan sebagai komputer tersebut.

CMS Wordpress bisa dipasang di server secara cuma - cuma tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun. Selain gratis CMS Wordpress juga bersifat open source, sehingga bisa dikembangkan lagi bagi penggunanya. (Baca : Daftar CMS Gratis dan Terbaik Untuk Membangun Website). Untuk menginstall wordpress di debian 6 download dahulu wordpress dengan versi terbarunya (Link : Wordpress 4.3)

Langkah - Langkah Install Wordpress : 

1. Pertama yang harus diinnstall adalah apache2, mysql-server, phpmyadmin, dan unzip. Apache2 berfungsi sebagai web server, mysql-server berfungsi untuk menyimpan database sql, phpmyadmin berfungsi untuk mengadministrasi database mysql, dan unzip berfungsi untuk mengekstrak file .zip.
# apt-get install apache2 mysql-server phpmyadmin unzip
2.Pastikan cd sudah di masukkan ke dalam virtual box saat menginstall paket tersebut
Install Wordpress 1

3. Akan muncul tampilan yang meminta untuk memasukkan password untuk mySQL server, masukkan password > OK, masukkan password lagi untuk konfirmasi > OK
Install Wordpress 2

4. Pilih webserver yang digunakan untuk mengonfigurasi MySql, karena admin menggunakan apache, maka yang dicentang adalah apache2 (dengan spasi) > OK
Install Wordpress 3

5. Jika muncul tampilan seperti gambar di bawah ini pilih > Yes
Install Wordpress 4

7. Selanjutnya muncul tampilan yang meminta untuk memasukkan password untuk phpMyadmin, masukkan password untuk phpmyadmin > OK
Install Wordpress 5

8. Upload wordpress-4.3.zip ke debian ke direktori "/var/www/" dengan menggunakan SSH
Install Wordpress 6

9. Masuk ke direktori "/var/www" dengan perintah :
# cd /var/www/
10. Extrak wordpress-4.3.zip dengan perintah :
# unzip wordpress-4.3.zip
11. Masuk ke direktori "/var/www/wordpress" untuk melakukan konfigurasi awal untuk wordpress dengan perintah
# cd  /var/www/wordpress
12. Copy wp-config-sample.php di direktori tersebut dengan nama  wp-config.php
# cp wp-config-sample.php wp-config.php
13. Edit  wp-config.php, dengan perintah
# mcedit wp-config.php
  • Ganti "database_name"_here dengan "wordpress"
  • Ganti "username_here" dengan "username_phpmyadmin"
  • Ganti "password_here" dengan "password_phpmyadmin"
  • Save
Install Wordpress 7

14. Copy file "/etc/apache2/sites-available/default" ke direktori  /etc/apache2/sites-available/ dengan nama wordpress
# cp /etc/apache2/sites-available/default  /etc/apache2/sites-available/wodpress
15. Edit file "/etc/apache2/sites-available/wordpress" dengan perintah
# mcedit /etc/apache2/sites-available/wordpress
  • Server admin = admin@tamvan.com = terserah 
  • Disamping DocumentRoot /var/www tambahkan /wordpress
  • Disamping direktory /var/www tambahkan /wordpress
  • Save
Install Wordpress 8

16. Masuk ke direktori "/etc/apache2/sites-available/"
 # cd /etc/apache2/sites-available/
17. Disable profile defaultnya, dengan perintah
 # a2dissite default
18. Reload apache2, dengan perintah
 # service apache2 reload
19. Enable wordpress supaya jika dipanggil diclient ip servernya yang muncul bukan tampilan default, tapi tampilan wordpress
# a2ensite wordpress
20. Reload apache2dengan perintah
# service apache2 reload
21. Pada browser client(windows) buka Ip_debian/phpmyadmin  > login
Install Wordpress 9

22. Masuk ke menu database, ciptakan database baru bernama  wordpress > Create
Install Wordpress 10

23. Buka tab baru di browser, ketikkan ip_debian/wp-admin. Isi data-data yang ada untuk melakukan penginstalan  CMS Wordpress > Install Wordpress
Install Wordpress 11

24. Jika sudah terinstall login dengan menggunakan user yang baru dibuat di langkah sebelumnya
Install Wordpress 12

25. Buka tab baru, masukkan ip_server_debian, jika sudah muncul tampilan seperti berikut maka penginstallan CMS Wordpress telah berhasil
Install Wordpress 13

Tutorial dalam bentuk Video :



Itulah Tutorial Install CMS Wirdpress di Debian 6, bagaimana mudah bukan ?

Terimakasih Telah Berkunjung
Salam Blogger

Minggu, 09 Agustus 2015

Tutorial Install Darwin Streaming Server di Debian 6 Secara Offline

Darwin Streaming Server

Streaming merupakan sebuah layanan yang  digunakan untuk memainkan audio atau video secara langsung maupun dengan prerecord yang berada di server. Streaming berfungsi untuk menyusutkan ukuran audio atau video supaya lebih mudah ditransfer dalam jaringan internet. 

Dalam Linux terdapat sebuah aplikasi yang bernama Darwin yang digunakan untuk media Streaming Server. Darwin Streaming Server merupakan sebuah aplikasi opensource milik apple yang digunakan untuk media streaming dalam server. Server di sini bisa menggunakan berbagai macam distro linux, seperti Red Hat, Debian, Suse, dan Fedora. 

Pada tutorial ini, admin menggunakan virtual box sebagai virtual server Linux (Debian 6.05). Untuk menginstall Darwin pada linux secara offline yang harus dipersiapkan download 2 file berikut :
1. DarwinStreamingSrvr6.0.3-Source.tar
2. Darwin_6.0.3_patches.zip


Langkah - Langkah Install Darwin : 

1. Langkah pertama adalah menginstal ssh yang digunakan untuk meremote debian melalui port 22 supaya bisa digunakan untuk upload 2 file hasil download dan script untuk install darwin. Masukkan DVD ke Virtual Box dan Install paket ssh
masukkan dvd ke virtual box

apt-get install ssh
2. Setelah selesai buatlah user baru, 
ssh root@192.168.0.1 
(root = username ssh, 192.168.0.1 = ip debian) > Enter >  masukkan password untuk memberi password user ssh root > Enter
3. Buka notepad pada windows dan copykan script berikut
#!/bin/bash
apt-get install ssh build-essential unzip
addgroup --system qtss
adduser --system --no-create-home --ingroup qtss qtss
mkdir /usr/local/src/DSS
cp /home/DarwinStreamingSrvr6.0.3-Source.tar /usr/local/src/DSS
cp /home/Darwin_6.0.3_patches.zip /usr/local/src/DSS
cd /usr/local/src/DSS
tar -xvf DarwinStreamingSrvr6.0.3-Source.tar
unzip Darwin_6.0.3_patches.zip
patch -p0 < Patches/dss-6.0.3.patch
patch -p0 < Patches/dss-hh-20080728-1.patch
cd DarwinStreamingSrvr6.0.3-Source
./Buildit
mv Install Install.orig
cp ../Patches/Install .
chmod 755 Install
./Install
4. Save script tadi dengan nama “InstallDarwin.sh” dengan type  “All Files”. Letakkan file ini di satu folder dengan file DarwinStreamingSrvr6.0.3-Source.tar dan Darwin_6.0.3_patches.zip

InstallDarwin.sh


5. Buka WinSCP pada windows, masukkan ip debian, username ssh dan password sshLogin
Login WinSCP

6. Setelah login, di windows buka folder tempat menyimpan DarwinStreamingSrvr6.0.3-Source.tar,  Darwin_6.0.3_patches.zip, dan instal_darwin.sh. Dan di debian ke direktori home
direktori DarwinStreamingSrvr6.0.3-Source.tar

7.  Blok ketiga file(DarwinStreamingSrvr6.0.3-Source.tar,  Darwin_6.0.3_patches.zip, dan instal_darwin.sh) kemudian tarik ke kanan. Fungsinya adalah mengupload file dari windows (folder document) ke debian (direktory /home)
upload file dari windows (folder document) ke debian (direktory /home)

8. Masuk ke direktori /home/, 
cd /home/
9. Edit file instal_darwin.sh dengan mc, hilangkan ^M pada setiap akhir baris skrip menjadi seperti gambar di bawah, kemudian tekan F10 untuk menyimpannya
mcedit instal_darwin.sh
mcedit instal_darwin.sh

10. Kemudian jalankan script instal_darwin.sh, 
sh instal_darwin.sh
11. Tunggu hingga muncul tampilan yang meminta untuk memasukkan username dan password baru. Masukkan user dan password baru. User ini digunakan untuk mengakses Darwin lewat browser. Setelah memasukkan ada tulisan “Setup Complete” berarti install telah sukses
Setup Complete


Langkah - Langkah Konfigurasi Darwin :

1. Buka browser pada client(windows), kemudian ketikkan 192.168.0.1:1220 (192.168.0.1 = ip_debian) > Enter. Maka akan muncul tampilan seperti berikut
Tampilan Darwin di Browser ke 1

2. Masukkan user admin yang telah dibuat saat install tadi > Login
Tampilan Darwin di Browser ke 2

3. Setelah login, masukkan password untuk akun broadcaster > Next
Tampilan Darwin di Browser ke 3

4. Selanjutnya adalah setting SSL, karena server(debian) belum support https maka langsung next saja
Tampilan Darwin di Browser ke 4

5. Selanjutnya adalah letak dari video yang akan di gunakan untuk streaming. Pilih default saja > Next
Tampilan Darwin di Browser ke 5

6. Terakhir, yaitu pilihan untuk menggunakan port 80, centang > Finish
Tampilan Darwin di Browser ke 6

7. Muncullah halaman utama Admin Darwin Streaming Server

Tampilan halaman utama Admin Darwin



Pengujian Darwin di Client :

1. Buka VLC Media Player
2. Kemudian tekan Crtl + N pada keyboad, masukkan link : rtsp://192.168.0.1:554/sample_h264_1mbit.mp4 (192.168.0.1 = ip debian) > Play
Pengujian Darwin

3. Jika sudah bisa play video seperti berikut maka pengujian berhasil
Pengujian Darwin



Tutorial dalam bentuk video :




Itulah Tutorial Install Darwin Streaming Server di Debian 6 Secara Offline, mudah bukan ? . Silahkan mencoba !



Terimakasih Telah Berkunjung
Salam Blogger